Aku di usia 18
Aku akan menuliskan mengenai harapan,
sesuatu yang seperti mitos bagiku. Semua harapan yang menyentuhku
menjadi butiran debu, menghilang bagaikan ditiup angin dengan cepatnya.
Kuucapkan kata-kata ini untuk diriku di masa
depan yang mungkin tidak akan pernah kulihat, mungkin tidak akan pernah kutemui
dan tidak pernah saling mengenal.
Mungkin kita akan sangat berbeda, aku pada usia 18 dan aku pada usia setelahnya.
Hi.... Ini aku di usia 18, senang bertemu
denganmu disana. Bagaimana cuaca di tahun ini? Apakah menyenangkan melihatnya?
Semuanya tak akan lagi sama karena kita akan berbeda, walaupun sejujurnya aku tidak tau apa arti perbedaan dalam memahami isi setiap jalan yang akan kita lalui.
Sebelumnya perkenalkan diriku yang 18 tahun masih kekanak-kanakan, masih tidak dewasa dan masih berharap akan ada keberuntungan yang jatuh dari langit untuk memberikan kesempatan padaku yang tidak ingin berjuang. Sungguh menyedihkan jika kamu melihatnya.
Hei!
Berapakah usiamu sekarang? Apa yang menurutmu berbeda dengan aku yang disini?
Sebenarnya aku sangat membenci harapan. Setiap
saat jika aku berharap, pasti akan ada sesuatu yang menimpaku bak batu yang dilempar
tajam kearahku. Namun, entah kenapa aku terus berharap. Seperti orang bodoh yang tidak punya jalan lain untuk dilalui, lucu sekali.
Aku dimasa depan, walaupun mungkin kamu hanya
berbeda 1 tahun denganku, tapi bisakah kamu juga menceritakan sesuatu yang
membuatmu berharap? Situasinya mungkin memuakkan untukmu. Namun, aku harap
semuanya berjalan sesuai dengan yang bisa kamu lalui.
Jika boleh dikatakan, aku ingin bertemu
denganmu yang berada di masa depan itu. Hidup di usia 18 mungkin tidak terlalu
buruk. Hei kamu diusia setelahku, apa yang ingin kamu raih sebenarnya? Masih
tidak tau apa yang ingin kamu lakukan? Masih sering menangis diam-diam? Atau
masih sering merasa harus tertawa supaya Bahagia? Jika iya berarti kamu masih
naif sepertiku.
Banyak cerita yang ingin kuceritakan kepadamu di masa depan dan banyak pula hal yang ingin kuraih disana, tapi apakah akan sampai?
Aku ingin tertawa, kehidupan ini sebenarnya sangat lucu dan menggairahkan. Hanya saja aku mungkin sedang istirahat sekarang.
Aku ingin
memiliki orang yang disukai sedemikian rupa. Tapi nyatanya aku hanya bisa
berharap dan mengkhayal akan hal ini. Begitu sepi dan membuatku iri. Namun,
sejujurnya aku masih tidak bisa mendekati orang lain, maksudku lawan jenis. Itu
terasa canggung untukku, bagi orang lain mungkin hal ini menjadi hal yang mudah
namun untuk diriku, aku merasa akan menyerah dengan mudah. Sangat lucu.
hai kamu yang menulis ini, semoga kamu sekarang dan masa depan akan selalu hidup dalam kebahagiaan, pasti banyak kejutan didepan sana, bukankah kamu penasaran? mari dilalui dengan suka cita. Yakin selalu ada orang yang bangga dengan pencapaian mu, walaupun hanyalah dirimu sendiri.
BalasHapusTerima kasih
Hapus