Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Dinding Tanpa Penutup, dan Kuizinkan Kau Terbang - 29 Oktober 2025

  Dinding Tanpa Penutup, dan Kuizinkan Kau Terbang - Mifda Lagi-lagi, aku menjadi penyebab luka bagi hati yang paling menyayangi dan memahamiku. Kita berpisah tanpa sepatah kata perpisahan, dan itu jauh melampaui rasa sakit yang pernah ada. Ada kehampaan disana. Jika segala sesuatu selalu ada pembukaan, mengapa kisah kita berakhir tanpa sebuah penutup? Aku sungguh merasa bodoh. Padahal, aku yang menghancurkanmu hingga kamu lelah dan tak sanggup lagi mendampingiku, tetapi mengapa justru aku yang tersedu dan merasa hancur? Aku ingin kamu bahagia seutuhnya. Oleh karena itu, aku memberimu ruang bernapas, menjauh dariku, membebaskanmu dari beban perasaanku yang memberatkanmu. Tak pernah terlintas sedikit pun bahwa aku akan jatuh hati, apalagi mencintaimu.  I’m loving you . Kenyataannya, aku sangat mencintaimu, hingga aku memaksakan diri untuk  merelakanmu —dalam kondisi di mana hatiku begitu memujamu. Ternyata, selama ini aku yang dibutakan. Kamu tanpa lelah menyuarakan cinta ...

JEDA UNTUK BERNAPAS - 15 Oktober 2025

  Jeda untuk Bernapas - Mifda Cinta itu hanya singgah, tak apa jika ingin melepaskan. Kamu tidak perlu terus-menerus menjelaskan dirimu kepada orang lain, sebab segala sesuatu yang baik pada akhirnya akan menemukan ujungnya. Kata-kata ini adalah penenang untukku sendiri, yang membuatku merasa segalanya baik-baik saja, apa pun yang terjadi dalam hidup. Aku sudah mencoba, berusaha mengerti semua orang. Namun, kebodohanku adalah berharap mereka akan memahamiku juga.  Aku memang bodoh jika menyukai seseorang. Jika aku menyukainya, aku akan terlalu peduli sampai meninggalkan diri sendiri. Pada akhirnya, aku kehilangan jati diri karena terlalu memedulikan orang lain. Aku tahu aku sudah lelah. Lelah dengan keadaan ini, dengan orang-orang di sekitarku yang selalu membutuhkan penjelasan tentang cara memperlakukanku dengan baik. Tetapi mungkin, memang sudah takdirnya begitu, tidak ada yang bisa mengerti diriku. Akan selalu begitu. Aku tidak ingin berharap lagi, tetapi kenapa aku terus-m...